Tentang Kanopi

Kanopi bila dilihat dalam pengertian menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti tirai atau langit-langit dari terpal, kain, logam, dsb pada teras terdapat — bertiang sebagai pemisah halaman dengan bagian dalam rumah.

Dalam dunia biologi, istilah kanopi bahkan sangat dikenal bagi siapapun yang punya hobi keluar masuk hutan. Di hutan hujan tropis, kebanyakan kehidupan tumbuhan dan hewan tidak ditemukan di permukaan tanah (forest floor), tapi bisa ditemukan pada dunia dedaunan yang dikenal dengan nama kanopi. Kanopi yang bisa berada pada ketinggian 100 kaki (30 meter) dari atas tanah terbentuk oleh cabang-cabang dan deedaunan pohon-pohon hutan yang saling tumpang tindih. Kanopi ini jugalah yang membuat cahaya matahari sulit menembus hutan hujan tropis, yang selalu terjaga kelembabannya.

 
(gb. Kanopi Minimalis)

Pada abat pertengahan pun, kata canope (Perancis) dan canopeum (Latin) erat kaitannya dengan tempat tidur bertiang empat dengan tirai atau kain yang menutupi bagian atas serta samping. Selain berfungsi untuk memberi kehangatan, tirai-tirai ini juga berguna untuk menjaga dari angin, melindungi dari benda yang jatuh dari atas, bahkan berfungsi untuk memberikan privasi bagi penggunanya.

 
(gb. Kanopi Classic)

Nah, dengan beberapa pengertian tersebut, jelaslah bahwa istilah kanopi yang digunakan dalam arsitektur saat ini merupakan sejenis atap untuk melindungi bagian luar rumah dari panas matahari dan terpaan hujan. Kanopi dalam perkembangannya kini marak digunakan pada bagian garasi mobil dan balkon rumah, kantor dan bangunan lainnya.

Kehadiran kanopi selain untuk fungsi melindungi, juga menjadi bagian tak terpisahkan dari keindahan desain sebuah bangunan. Kini beragam model dan jenis kanopi sudah bisa ditemukan. Bahan pembuat kanopi pun mulai bervariasi, sehingga mudah dipilih sesuai selera dan kebutuhan seperti bahan genting, bahan sirap (kayu), vinil, polikarbonat, kain, plastik, dak beton, seng, dan fiber semen.