Tower Telekomunikasi

Apakah Anda pernah mendengar kata-kata “tower”?Tentu saja kita pasti pernah dengar kata-kata tersebut, lihat bentuknya secara langsung juga pasti sudah pernah kan,…? ya jelas lah, kan dah banyak tuh, tower-tower yang dah pada berdiri di sekitar kita… ga mungkin kalau belum ada yang pernah lihat secara langsung… cuman, pernah pa ga sih kita memperhatikan dengan seksama? buat apa ko dibangun tower kayak gitu? Trus bagaimana jenis-jenis tower yang lain?

Nah, berikut akan dipaparkan beberapa jenis tower yang pastinya dah pernah kita lihat sehari-hari… Kebetulan saya saat ini masih bekerja di suatu perusahaan konsultan yang bergerak di bidang tower, khususnya tower telekomunikasi. Jadi, berikut sebagian pengalaman yang sudah saya dapatkan selama bekerja di bidang tersebut.

Untuk membahas pengertian tentang tower, ada baiknya kita mengenal jenis-jenis tower terlebih dahulu. Terdapat beberapa jenis tower yang biasa kita lihat seperti tower pembangkit tenaga listrik, tower radio / TV, tower milik angkatan bersenjata, dan terakhir tower telekomunikasi selular. Tower juga dapat diklarifikasikan berdasarkan lokasi dan bentuknya.

Jika kita melihat berdasarkan jenis lokasinya, tower dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu :
1. Rooftop : Tower yang berdiri di atas sebuah gedung.
2. Greenfield : Tower yang berdiri langsung di atas tanah.

 
(gb. Rooftop Tower)
(gb. Greenfield Tower)

Sedangakan jika diklasifikasikan berdasarkan bentuk, tower dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu :
1. Rectangular : Tower berbentuk segi empat dengan empat kaki.
2. Triangle : Tower berbentuk segi tiga dengan tiga kaki.
3. Pole : Tower berupa tiang pancang dengan satu kaki.

 
(gb. Rectangle Tower)
(gb. Triangle Tower)

Fungsi dari tower telekomunikasi adalah untuk menempatkan antenna pemancar sinyal (jaringan akses) untuk memberikan layanan kepada pelanggan di sekitar tower tersebut. Selain itu, penggunaan tower telekomunikasi juga berfungsi untuk menempatkan antenna pemancar sinyal transmisi (jaringan transport dengan menggunakan teknologi microwave) untuk menghubungkan pelanggan di daerah tersebut dengan sentral (BSC). Jadi bagian yang terpenting mengapa diperlukan pembangunan tower adalah untuk penempatan antenna-antenna tersebut, dimana dibutuhkan ketinggian tertentu untuk dipenuhinya syarat memancarkan dan menerima sinyal.

Nah, sekarang dah ada sedikit gambaran mengenai tower telekomunikasi kan? Bahwa sebenarnya bagian terpenting adalah bukan pada tower itu sendiri, akan tetapi terdapat pada antenna-antenna yang nantinya akan dipasang di tubuh tower tersebut.

Karena fungsi utama tower telekomunikasi adalah untuk menenpatkan antenna sesuai dengan ketinggian yang disyaratkan, maka terdapat beberapa jenis tower, antara lain :
1. Lattice Tower
Lattice tower atau sering disebut SST (self support tower) adalah tower konvensional yang berupa menara rangka yang dirancang dengan konsep rangka kokoh, kuat terhadap tekanan angin dan keadaan geografis dari area di mana tower tersebut didirikan. Tower ini memiliki tipe 4 kaki (rectangular) dan 3 kaki (triangle) dengan menggunakan profil baja siku atau pipa. Lattice tower memiliki ketinggian yang sudah ditentukan berkisar antara 30 m sampai dengan 120 m. Misal SST 42 m adalah lattice tower yang memiliki ketinggian 42 m. Tower ini berdiri langsung di atas tanah (Greenfield).

2. Mini Tower
Mini tower (MT) merupakan jenis tower yang sama dengan lattice tower, yaitu jenis tower yang memiliki tipe 4 kaki (rectangular) dan 3 kaki (triangle) dengan menggunakan profil baja siku atau pipa. Hanya saja mini tower memiliki ketinggian yang lebih rendah daripada lattice tower, yaitu berkisar antara 15 m sampai dengan 30 m, dan penempatan biasanya berada di atas gedung (rooftop).

 
(gb. Mini Tower)

3. Monopole
Monopole adalah jenis tower yang berupa tiang pancang tunggal atau memiliki satu kaki saja dengan menggunakan profil pipa. Penempatan monopole biasanya langsung di atas tanah (Greenfield). Monopole biasanya memiliki ketinggian kurang dari 30 m.

 
(gb. Monopole Tower)

4. Rooftop Pole
Tidak jauh berbeda dengan monopole, rooftop pole merupakan jenis tower berupa tiang pancang tunggal atau memiliki satu kaki saja dengan menggunakan profil pipa yang berdiameter lebih kecil dari profil pipa yang digunakan untuk monopole. Jenis tower ini ditempatkan di atas gedung (rooftop). Jenis tower ini hanya disebut sebagai antenna bukan menara. Ketinggian rooftop pole berkisar antara 3m sampai 15 m.

 
(gb. Rooftop Pole Tower)

5. Guyed Mast
Guy mast adalah jenis tower yang berupa tiang pancang tunggal yang dikaitkan dengan tali-tali baja yang membentang dari tower sampai tanah dengan jarak ± 0.5 m dari tower dan sudut ± 600. Jenis tower ini memiliki ketinggian antara 50 m sampai dengan 70 m. Penggunaan guyed mast sebagai tower telekomunikasi masih jarang di Indonesia. Biasanya tower jenis ini dipakai untuk pemancar radio.

 
(gb. Guy Mast Tower)

6. Tower Camouflage
Jenis tower ini tidak jauh berbeda dengan jenis tower telekomunikasi yang lain, namun tower camouflage menggunakan material-material tertentu untuk menyamarkan perangkat dan bentuk tower itu sendiri, agar bernuansa estetika dan lebih ramah lingkungan. Tower tersebut secara kasat mata tidak lagi terlihat seperti antenna dan menara, karena penempatannya cenderung disesuaikan dengan design atau dikamuflasekan dengan tempat dimana tower tersebut didirikan. Biasanya pembangunan tower ini dikarenakan terbentur dengan peraturan-peraturan setempat yang sudah tidak membolehkan untuk didirikannya tower lagi.

 
(gb. Camouflage Tower)

Selain menggunakan tower telekomunikasi sebagai sarana untuk menempatkan antenna pemancar sinyal, antenna tersebut dapat pula di tempatkan pada tempat-tempat sebagai berikut :
• Gedung bertingkat
• Menara masjid
• Menara geraja
• Tiang listrik
• Billboard
• Menara PLN
• Lampu penerangn jalan
• Tiang bendera, dan lain-lain.

source :
http://catursinggih.blogspot.com/2010/02/tower-telekomunikasi_24.html